Rabu, 11 September 2013

Daun Insulin untuk Pengobatan Diabetes Mellitus 2


Mengapa Tanaman Obat?
Tanaman obat  merupakan warisan budaya asli Indonesia. Tanaman obat yang dimanfaatkan untuk mengobati penyakit berdasarkan pengalaman disebut sebagai jamu. Jamu sebagai obat tradisional memiliki beberapa keunggulan yaitu harga terjangkau, memiliki formulasi bahan kimia lebih rendah sehingga lebih aman digunakan, dan mengobati langsung ke akar penyakit.
Indonesia kaya akan tanaman obat dan salah satu tanaman obat yang bisa dimanfaatkan untuk pengobatan penyakit yaitu tanaman daun insulin yang memiliki nama ilmiah Tithonia diversifolia. Tanaman ini dimanfaatkan daunnya untuk dijadikan jamu paitan karena rasanya sangat pahit. Jamu paitan daun Tithonia dipercaya ampuh untuk mengobati penyakit berbahaya diabetes mellitus. Kandungan zat dalam daun Tithonia dapat menurunkan kandungan gula darah. Karena kegunaan inilah tanaman ini dijuluki sebagai daun insulin.

Sekilas Diabetes Mellitus 
Penderita diabetes di Indonesia terus mengalami lonjakan dari tahun ke tahun. Jumlah penderita diabetes di Indonesia saat ini mencapai angka 8.000.000 orang dan merupakan peringkat keempat di dunia (berdasarkan data statistik penderita diabetes WHO) setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Jika tidak ditangani secara serius diperkirakan sebesar 22.000.000 jiwa penduduk Indonesia akan mengidap diabetes pada tahun 2030.
Diabetes bukan penyakit baru tetapi sudah ada sejak 1552 SM. Nama diabetes mellitus sendiri diberikan oleh seorang penulis bernama Aretaeu pada tahun 200 SM. Diabetes artinya mengalir terus dan mellitus artinya manis sehingga lebih dikenal sebagai penyakit kencing maning. Diabetes mellitus disebabkan karena adanya penurunan hormon insulin yang diproduksi oleh kelenjar pankreas. Penurunan hormon insulin mengakibatkan gula yang dikonsumsi tubuh tidak dapat diproses secara sempurna, sehingga kadar gula dalam darah meningkat. Kadar gula darah normal yaitu <110 mg/dl sewaktu puasa atau <140 mg/dl 2 jam setelah makan. Dikatakan menderita penyakit apabila kadar gula darah >126 mg/dl  sewaktu puasa atau   >200 mg/dl setelah 2 jam makan.
Diabetes mellitus dibagi menjadi dua tipe yaitu diabetes mellitus tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 adalah kondisi dimana hormon insulin yang dihasilkan kurang atau tidak ada sama sekali. Diabetes mellitus tipe 1 ditemukan pada mereka yang berusia muda dan merupakan bawaan genetik. Diabetes mellitus tipe 2 merupakan kondisi dimana tubuh mampu menghasilkan hormon insulin tetapi reseptor terhadap hormon insulin tidak bekerja dengan baik. Diabetes mellitus tipe 2 ini kebanyakan diakibatkan karena obesitas, gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat. Adapun ciri - ciri seseorang terkena diabetes mellitus yaitu:
1. Terjadi penurunan berat badan tanpa sebab
2. Frekuensi buang air kecil meningkat
3. Penglihatan kabur
3. Sering haus
4. Lesu dan kurang tenaga

Sekilas Tanaman Daun Insulin 
Tanaman daun insulin memiliki nama ilmiah Tithonia diversifolia. Tanaman ini berasal dari meksiko. Nama lokal untuk tanaman ini yaitu rondo semoyo, kembang bulan, kayu paik, kipait dan harsaga. Sebagian masyarakat menyebutnya tanaman paitan karena tangan akan terasa pahit jika memegang daun tanaman ini. Tanaman ini jarang sekali dibudidayakan dengan sengaja melainkan hanya digunakan sebagai tanaman pagar. Tanaman ini juga banyak tumbuh liar di pinggir sungai atau pekarangan. Tanaman yang dikenal sebagai Mexican Sunflowe ini memiliki ciri berdaun menjari, batang berkayu dengan tinggi 1 meter dan memiliki bunga berwarna kuning menyerupai bunga matahari.
Tanaman daun insulin ini memang masih kurang dikenal oleh masyarakat. Berdasarkan pengamatan saya, kebanyakan orang menanam daun insulin di halaman rumah merupakan keluarga penderita diabetes. Diluar negri tanaman ini populer dengan sebutan mexican sunflower dan biasa digunakan sebagai antidiabetes dan anti virus oleh masyarakat taiwan. Di negara Kenya tanaman ini digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan. Sementara di Nigeria, tanaman daun insulin ini biasa digunakan oleh masyarakat untuk obat malaria, liver, dan radang tenggorokan.



Tanaman daun insulin biasa dijadikan tanaman pagar


Daun insulin memiliki tipe menjari


Bunga daun insulin mirip bunga matahari


Bukti ilmiah
Penelitian mengenai tanaman daun insulin ini memang belum banyak di lakukan di Indonesia. Beberapa penelitian di lakukan di luar negri seperti yang dilakukan oleh Toshihiro Miura dkk dari Departement of Clinical Nutrition, Suzuka University of Medical Science, Jepang pada tahun 2005. Riset ini dilakukan dengan memberikan ekstrak ethanol daun Tithonia pada tikus penderita Diabetes Mellitus 2 yang memiliki berat badan 20 – 25 gram. Konsentrasi larutan yang digunakan yaitu 100 mg/kg, 500 mg/kg, dan 1.500 mg/kg berat badan. Sebagai kontrol digunakan tikus yang diberi air destilasi 20 ml/kg. Kadar gula darah dalam tubuh tikus diukur setiap minggu. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar gula darah tikus yang diberi ekstrak etanol Tithonia mengalami penurunan kadar gula darah secara signifikan. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol semakin tinggi pula penuruanan kadar gula darah. Pada konsentrasi ekstrak etanol 1.500 mg/kg mampu menurunkan kadar gula darah tikus yang semula 509±22 mg/dl menjadi 340±14 mg/dl 7 jam pasca perlakuan. Sedangkan pada tikus kontrol  kadar gula darahnya tetap.

Cara membuat  jamu daun insulin
Cara membuat jamu daun insulin sangatlah mudah, yaitu:
1. Ambil 10 lembar daun insulin (bisa daun segar ataupun daun yang sudah kering)
2. Rebus dalam 4 gelas air 
3. Biarkan rebusan sampai tersisa 3 gelas
4. Diminum saat hangat atau dingin. Ampas sisa rebusan dapat direbus kembali hingga warna bening.

Untuk penyembuhan jamu daun insulin dapat konsumsi 3x sehari (setiap minum 1 gelas). Jika gula darah sudah turun frekuensi konsumsi jamu bisa dikurangi menjadi 2x sehari dan 1x sehari. Rutin memeriksakan kadar gula darah sangat penting dilakukan untuk mengontrol gula darah. Pengobatan diabetes mellitus dengan jamu daun insulin juga harus dibarengi dengan diet gula.

Pengalaman pribadi
Pada bulan Februari 2013, ibu kandung saya (48 tahun) didiagnonis menderita Diabetes Tipe 2 dan dirawat di rumah sakit swasta di Kebumen, Jawa Tengah. Gula darah naik hingga mencapai angka 590. Angka ini tentunya sangat tinggi dan bisa menyebabkan koma diabetik. Penurunan gula darah dilakukan dengan penyuntikan insulin oleh dokter setiap 1 jam sekali dan pengecekan berkala setiap 3 jam. Jika gula darah belum turun dilakukan lagi penyuntikan setiap satu jam sekali serta pengecekan berkala setiap 3 jam dan begitu seterusnya. Dalam satu hari penyuntikan insulin bisa mencapai 16x. Pengobatan yang sangat ekstrem menurut saya. Penyuntikan insulin dihentikan setelah gula darah turun menjadi 356 dan diperbolehkan rawat jalan. Angka 356 tentu saja masih tinggi mengingat gula darah normal di bawah angka 140. Diet karbohidrat dilakukan selama rawat jalan dibarengi dengan pengobatan oral. Tiga hari setelah rawat jalan dilakukan  pengecekan kadar gula darah dan hasilnya turun menjadi 325. Angka ini tentu saja masih tergolong tinggi.
Selama rawat jalan, banyak informasi mengenai pengobatan herbal diabetes dengan daun insulin. Informasi ini didapat dari teman dan kerabat yang memiliki penyakit diabetes. Pengobatan dengan herbal daun insulin ini mulai dilakukan oleh ibu saya setelah mendapatkan daun insulin dari toko obat herbal di Yogyakarta. Jamu daun insulin dikonsumsi rutin 3x dalam sehari. Pada hari kedua mulai dirasakan perubahan kondisi fisik yang terasa lebih segar dan lebih baik. Setelah tiga hari konsumsi jamu daun insulin dilakukan pengecekan kadar gula darah dan hasilnya sangat luar biasa yaitu kadar gula darah turun menjadi 185. Hasil yang sangat menggembirakan. Pengobatan dilakukan secara rutin selama dua minggu hingga kadar gula menjadi 135. Pengontrolan gula darah tetap dilakukan dengan diet gula dan cek rutin kadar gula darah. Konsumsi jamu daun insulin menjadi 1x sehari untuk pencegahan kenaikan kadar gula darah. Selama pengobatan herbal dengan jamu daun insulin, pengobatan dengan obat dokter dihentikan. 

Tidak Perlu Ragu
Pengalaman pribadi ini merupakan salah satu dari banyak bukti penyembuhan diabetes dengan daun insulin. Hal ini merupakan bukti bahwa penggunaan obat herbal tidak hanya bisa dijadikan obat alternatif, melainkan dapat dijadikan obat pilihan yang menjanjikan. Kasus yang dialami Ibu saya merupakan satu dari sekian banyak bukti keampuhan obat herbal. 
Sebagai warga Indonesia yang menghargai budaya, maka kita wajib melestarikan jamu sebagai warisan bangsa. Masyarakat tidak perlu takut untuk mengkonsumsi obat herbal karena lebih minim efek. Harga yang ditawarkanpun jauh lebih terjangkau. Jika obat herbal masih dilihat sebelah mata karena harga yang murah itu merupakan pola pikir yang salah. Obat bukan perkara harga tapi perkara manfaat. Indonesia kaya akan tanaman obat dan tanaman obat sangat mudah dijumpai. Obat herbal ada bukan juga untuk mematikan dunia kedoteran dan farmasi. Disinilah letak kekuatan obat herbal. Sama - sama bekerja untuk saling menguatkan. Karena pengobatan adalah pilihan. Dan konsumsi obat herbal dapat menjadi pilihan keluarga Indonesia serta dapat mendukung upaya Indonesia untuk membawa Jamu Sebagai Warisan dan Budaya Indonesia ke kancah dunia melalui UNESCO.

Terimakasih telah berkunjung, salam hangat. Artikel ini diikutkan dalam lomba menulis artikel jamu Biofarmaka IPB

Bagi yang membutuhkan daun insulin bisa menghubungi saya disini!



Dies Natalis PSB 2013


Sumber 
Ngantung, Daniel. 2012. Indonesia beresiko jadi juara penyakit diabetes terparah dunia tahun 2030.<http://www.tribunnews.com/kesehatan/2012/12/20/indonesia-berisiko-jadi-juara-penyakit-diabetes-terparah-dunia-tahun-2030>.
Sitanggang, M. dan Dewani. 2006. Terapi Jus dan 38 Ramuan Tradisional untuk Diabetes. Agromedia Pustaka, Jakarta.
Suprana, Jaya. 2013. Jamu Sebagai Warisan Kebudayaan Dunia. <http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-news/brc-info/501-info-jamu-as-world-cultural-heritage-2013>.
Toshihiro M, dkk. 2005. Antidiabetic Effect of Nitobegiku, the Herb Tithonia diversifolia, in KK-Ay Diabetic Mice. <https://www.jstage.jst.go.jp/article/bpb/28/11/28_11_2152/_article>.
Utami, dkk. 2007. Tanaman Obat Untuk Mengatasi Diabetes Mellitus. Agromedia Pustaka, Jakarta.
Yuliarti, Nurheti. 2008. Tips Cerdas Mengonsumsi Jamu. Bayu Media, Yogyakarta.