Tuesday, September 10, 2013

Daun Insulin untuk Pengobatan Diabetes Mellitus 2


Mengapa Tanaman Obat?
Tanaman obat  merupakan warisan budaya asli Indonesia. Tanaman obat yang dimanfaatkan untuk mengobati penyakit berdasarkan pengalaman disebut sebagai jamu. Jamu sebagai obat tradisional memiliki beberapa keunggulan yaitu harga terjangkau, memiliki formulasi bahan kimia lebih rendah sehingga lebih aman digunakan, dan mengobati langsung ke akar penyakit.
Indonesia kaya akan tanaman obat dan salah satu tanaman obat yang bisa dimanfaatkan untuk pengobatan penyakit yaitu tanaman daun insulin yang memiliki nama ilmiah Tithonia diversifolia. Tanaman ini dimanfaatkan daunnya untuk dijadikan jamu paitan karena rasanya sangat pahit. Jamu paitan daun Tithonia dipercaya ampuh untuk mengobati penyakit berbahaya diabetes mellitus. Kandungan zat dalam daun Tithonia dapat menurunkan kandungan gula darah. Karena kegunaan inilah tanaman ini dijuluki sebagai daun insulin.

Sekilas Diabetes Mellitus 
Penderita diabetes di Indonesia terus mengalami lonjakan dari tahun ke tahun. Jumlah penderita diabetes di Indonesia saat ini mencapai angka 8.000.000 orang dan merupakan peringkat keempat di dunia (berdasarkan data statistik penderita diabetes WHO) setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Jika tidak ditangani secara serius diperkirakan sebesar 22.000.000 jiwa penduduk Indonesia akan mengidap diabetes pada tahun 2030.
Diabetes bukan penyakit baru tetapi sudah ada sejak 1552 SM. Nama diabetes mellitus sendiri diberikan oleh seorang penulis bernama Aretaeu pada tahun 200 SM. Diabetes artinya mengalir terus dan mellitus artinya manis sehingga lebih dikenal sebagai penyakit kencing maning. Diabetes mellitus disebabkan karena adanya penurunan hormon insulin yang diproduksi oleh kelenjar pankreas. Penurunan hormon insulin mengakibatkan gula yang dikonsumsi tubuh tidak dapat diproses secara sempurna, sehingga kadar gula dalam darah meningkat. Kadar gula darah normal yaitu <110 mg/dl sewaktu puasa atau <140 mg/dl 2 jam setelah makan. Dikatakan menderita penyakit apabila kadar gula darah >126 mg/dl  sewaktu puasa atau   >200 mg/dl setelah 2 jam makan.
Diabetes mellitus dibagi menjadi dua tipe yaitu diabetes mellitus tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 adalah kondisi dimana hormon insulin yang dihasilkan kurang atau tidak ada sama sekali. Diabetes mellitus tipe 1 ditemukan pada mereka yang berusia muda dan merupakan bawaan genetik. Diabetes mellitus tipe 2 merupakan kondisi dimana tubuh mampu menghasilkan hormon insulin tetapi reseptor terhadap hormon insulin tidak bekerja dengan baik. Diabetes mellitus tipe 2 ini kebanyakan diakibatkan karena obesitas, gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat. Adapun ciri - ciri seseorang terkena diabetes mellitus yaitu:
1. Terjadi penurunan berat badan tanpa sebab
2. Frekuensi buang air kecil meningkat
3. Penglihatan kabur
3. Sering haus
4. Lesu dan kurang tenaga

Sekilas Tanaman Daun Insulin 
Tanaman daun insulin memiliki nama ilmiah Tithonia diversifolia. Tanaman ini berasal dari meksiko. Nama lokal untuk tanaman ini yaitu rondo semoyo, kembang bulan, kayu paik, kipait dan harsaga. Sebagian masyarakat menyebutnya tanaman paitan karena tangan akan terasa pahit jika memegang daun tanaman ini. Tanaman ini jarang sekali dibudidayakan dengan sengaja melainkan hanya digunakan sebagai tanaman pagar. Tanaman ini juga banyak tumbuh liar di pinggir sungai atau pekarangan. Tanaman yang dikenal sebagai Mexican Sunflowe ini memiliki ciri berdaun menjari, batang berkayu dengan tinggi 1 meter dan memiliki bunga berwarna kuning menyerupai bunga matahari.
Tanaman daun insulin ini memang masih kurang dikenal oleh masyarakat. Berdasarkan pengamatan saya, kebanyakan orang menanam daun insulin di halaman rumah merupakan keluarga penderita diabetes. Diluar negri tanaman ini populer dengan sebutan mexican sunflower dan biasa digunakan sebagai antidiabetes dan anti virus oleh masyarakat taiwan. Di negara Kenya tanaman ini digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan. Sementara di Nigeria, tanaman daun insulin ini biasa digunakan oleh masyarakat untuk obat malaria, liver, dan radang tenggorokan.



Tanaman daun insulin biasa dijadikan tanaman pagar


Daun insulin memiliki tipe menjari


Bunga daun insulin mirip bunga matahari


Bukti ilmiah
Penelitian mengenai tanaman daun insulin ini memang belum banyak di lakukan di Indonesia. Beberapa penelitian di lakukan di luar negri seperti yang dilakukan oleh Toshihiro Miura dkk dari Departement of Clinical Nutrition, Suzuka University of Medical Science, Jepang pada tahun 2005. Riset ini dilakukan dengan memberikan ekstrak ethanol daun Tithonia pada tikus penderita Diabetes Mellitus 2 yang memiliki berat badan 20 – 25 gram. Konsentrasi larutan yang digunakan yaitu 100 mg/kg, 500 mg/kg, dan 1.500 mg/kg berat badan. Sebagai kontrol digunakan tikus yang diberi air destilasi 20 ml/kg. Kadar gula darah dalam tubuh tikus diukur setiap minggu. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar gula darah tikus yang diberi ekstrak etanol Tithonia mengalami penurunan kadar gula darah secara signifikan. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol semakin tinggi pula penuruanan kadar gula darah. Pada konsentrasi ekstrak etanol 1.500 mg/kg mampu menurunkan kadar gula darah tikus yang semula 509±22 mg/dl menjadi 340±14 mg/dl 7 jam pasca perlakuan. Sedangkan pada tikus kontrol  kadar gula darahnya tetap.

Cara membuat  jamu daun insulin
Cara membuat jamu daun insulin sangatlah mudah, yaitu:
1. Ambil 10 lembar daun insulin (bisa daun segar ataupun daun yang sudah kering)
2. Rebus dalam 4 gelas air 
3. Biarkan rebusan sampai tersisa 3 gelas
4. Diminum saat hangat atau dingin. Ampas sisa rebusan dapat direbus kembali hingga warna bening.

Untuk penyembuhan jamu daun insulin dapat konsumsi 3x sehari (setiap minum 1 gelas). Jika gula darah sudah turun frekuensi konsumsi jamu bisa dikurangi menjadi 2x sehari dan 1x sehari. Rutin memeriksakan kadar gula darah sangat penting dilakukan untuk mengontrol gula darah. Pengobatan diabetes mellitus dengan jamu daun insulin juga harus dibarengi dengan diet gula.

Pengalaman pribadi
Pada bulan Februari 2013, ibu kandung saya (48 tahun) didiagnonis menderita Diabetes Tipe 2 dan dirawat di rumah sakit swasta di Kebumen, Jawa Tengah. Gula darah naik hingga mencapai angka 590. Angka ini tentunya sangat tinggi dan bisa menyebabkan koma diabetik. Penurunan gula darah dilakukan dengan penyuntikan insulin oleh dokter setiap 1 jam sekali dan pengecekan berkala setiap 3 jam. Jika gula darah belum turun dilakukan lagi penyuntikan setiap satu jam sekali serta pengecekan berkala setiap 3 jam dan begitu seterusnya. Dalam satu hari penyuntikan insulin bisa mencapai 16x. Pengobatan yang sangat ekstrem menurut saya. Penyuntikan insulin dihentikan setelah gula darah turun menjadi 356 dan diperbolehkan rawat jalan. Angka 356 tentu saja masih tinggi mengingat gula darah normal di bawah angka 140. Diet karbohidrat dilakukan selama rawat jalan dibarengi dengan pengobatan oral. Tiga hari setelah rawat jalan dilakukan  pengecekan kadar gula darah dan hasilnya turun menjadi 325. Angka ini tentu saja masih tergolong tinggi.
Selama rawat jalan, banyak informasi mengenai pengobatan herbal diabetes dengan daun insulin. Informasi ini didapat dari teman dan kerabat yang memiliki penyakit diabetes. Pengobatan dengan herbal daun insulin ini mulai dilakukan oleh ibu saya setelah mendapatkan daun insulin dari toko obat herbal di Yogyakarta. Jamu daun insulin dikonsumsi rutin 3x dalam sehari. Pada hari kedua mulai dirasakan perubahan kondisi fisik yang terasa lebih segar dan lebih baik. Setelah tiga hari konsumsi jamu daun insulin dilakukan pengecekan kadar gula darah dan hasilnya sangat luar biasa yaitu kadar gula darah turun menjadi 185. Hasil yang sangat menggembirakan. Pengobatan dilakukan secara rutin selama dua minggu hingga kadar gula menjadi 135. Pengontrolan gula darah tetap dilakukan dengan diet gula dan cek rutin kadar gula darah. Konsumsi jamu daun insulin menjadi 1x sehari untuk pencegahan kenaikan kadar gula darah. Selama pengobatan herbal dengan jamu daun insulin, pengobatan dengan obat dokter dihentikan. 

Tidak Perlu Ragu
Pengalaman pribadi ini merupakan salah satu dari banyak bukti penyembuhan diabetes dengan daun insulin. Hal ini merupakan bukti bahwa penggunaan obat herbal tidak hanya bisa dijadikan obat alternatif, melainkan dapat dijadikan obat pilihan yang menjanjikan. Kasus yang dialami Ibu saya merupakan satu dari sekian banyak bukti keampuhan obat herbal. 
Sebagai warga Indonesia yang menghargai budaya, maka kita wajib melestarikan jamu sebagai warisan bangsa. Masyarakat tidak perlu takut untuk mengkonsumsi obat herbal karena lebih minim efek. Harga yang ditawarkanpun jauh lebih terjangkau. Jika obat herbal masih dilihat sebelah mata karena harga yang murah itu merupakan pola pikir yang salah. Obat bukan perkara harga tapi perkara manfaat. Indonesia kaya akan tanaman obat dan tanaman obat sangat mudah dijumpai. Obat herbal ada bukan juga untuk mematikan dunia kedoteran dan farmasi. Disinilah letak kekuatan obat herbal. Sama - sama bekerja untuk saling menguatkan. Karena pengobatan adalah pilihan. Dan konsumsi obat herbal dapat menjadi pilihan keluarga Indonesia serta dapat mendukung upaya Indonesia untuk membawa Jamu Sebagai Warisan dan Budaya Indonesia ke kancah dunia melalui UNESCO.

Terimakasih telah berkunjung, salam hangat. Artikel ini diikutkan dalam lomba menulis artikel jamu Biofarmaka IPB

Bagi yang membutuhkan daun insulin bisa menghubungi saya disini!



Dies Natalis PSB 2013


Sumber 
Ngantung, Daniel. 2012. Indonesia beresiko jadi juara penyakit diabetes terparah dunia tahun 2030.<http://www.tribunnews.com/kesehatan/2012/12/20/indonesia-berisiko-jadi-juara-penyakit-diabetes-terparah-dunia-tahun-2030>.
Sitanggang, M. dan Dewani. 2006. Terapi Jus dan 38 Ramuan Tradisional untuk Diabetes. Agromedia Pustaka, Jakarta.
Suprana, Jaya. 2013. Jamu Sebagai Warisan Kebudayaan Dunia. <http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-news/brc-info/501-info-jamu-as-world-cultural-heritage-2013>.
Toshihiro M, dkk. 2005. Antidiabetic Effect of Nitobegiku, the Herb Tithonia diversifolia, in KK-Ay Diabetic Mice. <https://www.jstage.jst.go.jp/article/bpb/28/11/28_11_2152/_article>.
Utami, dkk. 2007. Tanaman Obat Untuk Mengatasi Diabetes Mellitus. Agromedia Pustaka, Jakarta.
Yuliarti, Nurheti. 2008. Tips Cerdas Mengonsumsi Jamu. Bayu Media, Yogyakarta.

51 comments:

Diani said...

Dapat daun insulin di jogja di toko obat mana mba?kebetulan sy jg butuh..domisili di jogja..mohon info ke:mardisar@gmail.com

Anita Firda said...

hay mba dian, cek email ya mbak :)

Irma Dewi said...

hallo mba.. saya irma dari bandung. sy mahsiswi tingkat akhir farmasi. kebetulan sy mau mengembangkan penelitian ttg antidiabetes, sy masih bingung tanamannya, sy dapat ereferensi dari blog mba ini dan menarik. boleh sy tau kontak tempat dimana sy bisa mendapatkan daun insulin tersebut terima kasih :)

Irma Dewi said...

sy sudah follow twitter mba, nama twitter sy @_irmadewi
di follow balik ya mba, info ke sayanya bisa lewat DM twitter aja ya mba, terima kasih banyak :)

Anita Firda said...

@irma
haloo mbak irma terimakasih sudah mampir di blog saya.. maap saya baru buka blog :D
Oke mbak, boleh banget kalo mau tanya2... Tunggu DM dari saya yaaa :)

Rumah Mode Adinda said...

Mbak..sy bisa minta info..beli daun herbalnya di toko apa? Kebetulan sy di yogya..butuh untuk ortu..

Ahmad Mufidun said...

saya disini ada daun insulin. saya manfaatkan sejak 3 bulan yang lalu... baunya yang mirip sirih.. pengeringannya cuma di angin2kan saja... ya kalau mau mengkonsumsi, tata caranya seperti teh daun jati cina... diminum tanpa gula... thanks for sharing article... ^_^

Anita Firda said...

@Adinda maaf baru buka blog sist, kmrn2 lg sibuk jd gag sempat bales koment. Daun insulin kering bisa dibeli di toko2 obat di beringharjo sist. . Kalau bisa tanam sendiri aja biar kalau butuh tinggal petik :)

@Ahmad terimakasih juga sudah mampir di blog saya. .

Khairul Maddy said...

Mohon info dimana bisa saya peroleh bibit tanaman tersebut. saya dari Aceh. hp saya 0852 62241168. trims atas perhatiannya

Elfi Rahmi said...

sebenarnya tanaman insulin banyak ditemukan didaerah ketnggian atau didaerah pegunungan contohnya di daerah saya, disini daun insulin hanya sebagai semak,, dan hdupnya pun mudah tak butuh tanah khusus,,,

saya Elfi Rahmi Mahasiswa Biologi Universitas Andalas, Padang

Anita Firda said...

@Pak Khairul Maddy Selamat pagi pak... Kalau di aceh saya kurang tau bisa didapat dimana. Tapi tanaman ini banyak tumbuh di pekarangan ataupun dijadikan semak atau pagar di pekarangan. Coba bapak lihat lebih detail lagi gambarnya, mungkin familiar. Beda daerah berbeda nama lokal untuk tanaman ini pak, ada yang menyebutnya paitan, ki pait, rondo semoyo, rondo noleh, dll. Tanaman ini sangat mudah tumbuh, bisa dengan diambil batangnya lalu ditanaman di dalam pot/polybag dan ditempatkan di tanamn yang lembab/harus sering disiram. Kalau bapak bisa nenemukan tanaman ini dipekarangan, bapak bisa budidaya sendiri tanpa harus beli bibitnya.


@Elfi Rahmi hay mbak elfi terimakasih atas kunjungannya. Mbak benar sekali, tanaman ini memang mudah ditemukan di pekarangan. Hanya saja banyak orang yang belum tahu kalau tanaman ini tanaman obat.

Anonymous said...

tks infonya

Lucianna Simamora said...

mbak kalau di surabaya,malang, bojonegoro beli dmn ?? sy penderita diabetes akut diatas 450.trmksh

Lucianna Simamora said...

mbak apakah pohon insulin sama dengan pohon yakon ? apakah yg asli ber umbi dan bila tdk ber umbi tdk asli?? trmksh atas perhatiannya.

Anita Firda said...

@lucianna Hay mbak, makasih sudah berkunjung.
Untuk daerah surabaya dan malang saya kurang tahu dijual dimana. Setau saya, pohon insulin dengan yakon berbeda karena daun insulin tidak memiliki umbi dan pohon yakon memiliki umbi. Tetapi dari referensi yang saya baca, baik daun insulin maupun yakon bisa untuk mengobati diabetes. Tapi saya sendiri belum pernah mencoba daun yakon, yang pernah saya coba daun insulin. Kalau ingin tanya2 lagi silahkan kirim email ke @nietafirda@gmail.com ya mbak...

ita said...

mb lucianna,saya di cepu,dkt bojonegoro,.saya punya pohon insulin,silahkan klo berminat saya kasih pohonnya utk di tanam.

Anita Firda said...

@ita Hay mba ita.. Terimakasih sudah berkunjung. Mba nanem juga dirumah?? Bagus sekali supaya semakin banyak orang yang memanfaakan daun insulin sebagai obat diabetes.

assyfa nurunnisa said...

Mbak saya dipalembang, ingin sekali mencoba dan mendapatkan bibit pohon insulin... Ada yg bisa bantu?

Anita Firda said...

@assyfa Selamat pagi bu Syfa, coba ibu cari dulu di toko yang menjual bibit tanaman hias. Biasanya selain menjual tanaman hias mereka juga menyediakan beberapa bibit tanaman obat. Tapi kalau tidak ada bisa saja pesan secara online dari penjual bibit di Jogja atau kota lain seperti yang banyak di iklankan di internet. Mohon maaf untuk saat ini saya belum menyediakan bibit daun insulin.

intan prasetyo said...

maaf mb kalo namanya di jawa apa ya? mau kasih buat family di jawa.dibilang daun insulin kurang paham.makasi

Anita Firda said...

@intan prasetyo Hay mbak intan, maaf baru sempat balas. Mbak domisili dimana? Daun insulin memiliki beberapa nama lokal seprti kembang bulan, paitan, dan rondo semoyo. Coba dilihat lebih detail gambar di artikel yang saya tulis siapa tau ternyata ada di sekitar lingkungan tempat tinggal mbak intan.

Abu Aufa said...

Tips yang sangat baik bagi penderita diabetes. Terima kasih informasinya...

Anita Firda said...

@Abu Aufa Terimakasih juga atas kunjungannya :)

Nusantara Health Care said...

Sudah ada clinical trial belum tentang dosis, kekuatan efek penurunan kadar gula darah pada manusia, efek samping yg mungkin timbul bila dikonsumsi jangka lama mengingat penyakit DM ini penyakit seumur hidup.

Anita Firda said...

@Nusantara Health Care terimakasih atas pertanyaannya. Saat ini penelitian tentang dosis dan efek sedang dilakukan oleh rekan saya di Bogor untuk keperluan akademis. Secara umum saya tidak menyarankan penggunaan seumur hidup. Penggunaan daun insulin untuk pengobatan diabetes dilakukan sehari 3x untuk pengobatan. Jika kadar kadar sudah turun (umumnya memerlukan waktu 7 hari) maka konsumsi dikurangi menjadi 2x sehari, 1x sehari, dan kadang - kadang saja untuk pencegahan. Jika kadar gula darah sudah normal dihentikan dan saya menyarankan untuk penderita Diabetes menjaga pola makan untuk mengontrol gula darah. Kira - kira seperti itu.

Anonymous said...

@Prapti, Mbak anits klo di bogor dimana cari daun insulin mbak?

Anita Firda said...

Hay Anonymous, lain kali disertakan nama yaa :)
Kalau di Bogor saya kurang tau, coba ke toko2 herbal biasanya ada yang menjual dalam bentuk teh..

Masghudin Clp said...

Saya beli daun insulin kering dalam plastik kemasan di pasar beringharjo jogja, dan tidak mahal...cukup terjangkau mazghu.jdq09@gmail.com

Jum Mirah said...

Di batang jawa tengah , kami sedang budidayakan daun insulin dan ternyata sangat mudah utk ditanam, jika ada yang membutuhkan silakan main ke rumah kami di desa tegalsari kec.kandeman Batang. Omah rakyat batang.

Anita Firda said...

@Jum Mirah Wah bagus sekali kalau begitu. Semakin banyak yang membudidayakan semakin banyak yang memanfaatkan tanaman daun insulin. Boleh sekali nanti kalau saya ke Batang mampir yaaa :)

manasa said...

Hi mbak anita.. saya anas. Saya penyandang diabet type2. Saya di tangerang. Blog mbak menarik, saya jd tertarik pgn coba daun itu. Saya bs dapet dmn ya? Apa mbak bs bantu? Email saya anazmanasa@gmail.com
terimakasih sebelumnya..

Prasasti Purbo said...

halloo mbak, salam saya sasti salam kenal :D
Wah, kita senasib mbak, punya ortu yang kena diabetes dan sama2 pakek daun ini. Tapi, di daerah saya, nama tanaman ini lucu mbak yaitu, klip-klop :D Bener, tanaman ini bene2 ampuh banget untuk orang yang kena diabetes. Udah, dua taunan ayah saya pakek daun ini dan manjuuuur banget mbak. Tapi, untuk orang yang kena maag katanya jangan terlalu sering atau kalau bisa dikurangi daunnya ketika merebus ..

Anita Firda said...

@Anas Maaf mas, sementara stok daub insulin saya sedang kosong. Coba cari di toko herbal, sekarang sudah banyak tersedia teh daun insulin.

@Sasti Hai sasti, salam kenal juga. Wah kita senasib yaaa. Yuk jaga kesehatan supaya kita tidak seperti orang tua kita. Sasti domisili dimana sampai nama daerah daun insulinya unik sekali :)

Jose A.T.S., ST, MT said...

alhadulilah aku punya tanaman daun insulin dalam pot
selaa ini belum berani minum karena belum tahu takaranya
tkx infonya

Anita Firda said...

@Jose Hay mas Jose. Thx untuk kunjungannya. Alhamdulillah. . Sama2 mas. Semoga semakin bnyak masyarakat indonesia yg memanfaatkan daun insulin ini.

Roselina Tobing said...

Saya butuh daun insulin. Gmn cara mendapatkannya?
rose_lina16@yahoo.co.id

Anita Firda said...

@Roselina Hay mbak silahkan cek email yaa :)

Anonymous said...

Saya juga terkena diabet dan mengkonsumsi daun ini... Alhamdulillah kondisi saya membaik. Pohon ini banyak sekali dijumpai di tepi jalan kalau dari magetan (jawa timur) menuju sarangan. di kelokan jalan kanan dan kiri banayk sekali dijumpai pohon ini

ady pradana said...

makasih infonya mbak firda.. bermanfaat

Anonymous said...

www.intiherbal.web.id juga menyediakan teh daun insulin dan yakon sebagai mengatasi diabetes

Eko Santoso said...

Mbak Anita yang baik. Mohon info herbal untuk Asam Urat yang "tokcer" apa ya Mbak...? Terima kasih Mbak.

taufik said...

Di tempat saya di Temanggung banyak dijumpai di tepi jalan atau di tepi sungai dan sering dimanfaatkan untuk pakan ternak.Trim infonya mbak.

alpanca said...

mbak anita, saya membutuhkan daun insulin atau pohonnya..bagaimana caranya?
karena dikeluarga saya banyak yg terkena dibetes.
terima kasih sebelumnya

Anonymous said...

Saya jg kena diabet,tp untuk mengkonsumsi daun insulin sj msh ragu makane jg msh konsumsi obat,sy jg py maag takutnya rasa pahitnya pengaruh ke lambung endak,terimakasih mbak

Anonymous said...

Rumah sy di daerah kebumen tepatnya di gombong dkt jl raya, kl ada yg membutuhkan daun/ batangnya utk ditanam sendiri silahkan mampir, dibelakang rumah sy dipinggir kali banyak tanaman ini, cara menanamya jg mudah kok tinggal ambil batangnya lalu tancapkan ditanah jg tumbuh, semoga manfaat 085719433450

septiawan eko saputro said...

Saya Wawan domisili di jl. Raya solo sragen km. 10.5, saya Punya lahan yg ditanami pohon insulin dimana juga sya panen, jemur sendiri. Lalu sy juga punya bibit insulin. untuk order dan informasi hubungi 082226567838 dan pin 238E6DDA

ILUNI FKG-UI said...

ikut sharing ya...

Anonymous said...

Mantap aku juga penderita tipe 2 dan pernah dengar dari teman sakarang sedang menanam juga. Jadi aku sudah tidak ragu lagi trimakasih atas penjelasanya mba

Anonymous said...

Maaf mba aku dari purbalingga trm

Anonymous said...

Di daerahku purbalingga juga sebagian penderita DM sudah ada yang minum air rebusan daun insulin dan memang manjure pooolll

doni septria said...

Informasi yang bermanfaat semoga menjadi amal ibadah..

Post a Comment

Silahkan komentar disini